Petani kedapatan bawa pisau saat antre beli BBM

by

terviral.info – Polisi mendapati dan menangkap seorang petani dari Desa Mundar, Kecamatan Labuan Amas, Selatan nekat membawa senjata tajam (sajam) saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kapuh.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo menerangkan petani itu berinisial MK (45). Pelaku ditangkap saat Unit Jatanras Sat Reskrim Polres HST saat melakukan patroli ke SPBU Kapuh di Kecamatan Haruyan, Selasa (6/11) siang, sekitar pukul 13.00 Wita.

Pisau penusuk itu lengkap dengan kumpangnya yang terbuat dari kayu warna coklat dan dililit mengunakan lakban warna hitam dengan panjang hulu 9 cm, panjang besi 19 cm dan panjang kumpang 22 cm. Senjata tajam yang dibawa pelaku tanpa dilengkapi surat izin dari pihak yang berwenang serta tidak ada hubungannya dengan pekerjaan sehari hari.

Kemudian pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Hulu Sungai Tengah guna proses hukum lebih lanjut. Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat jika keluar agar tidak membawa senjata tajam karena melanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Hasil penyidikan sementara pelaku terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun atas perbuatannya,” katanya, dilansir Antara, Rabu (7/11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *