KBRI Sebut Tak Ada Pencekalan Rizieq Shihab di Arab Saudi

by

TERVIRAL.INFO – Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi membantah laporan mengenai pencekalan atau pembatasan pergerakan Rizieq Shihab di negara Timur Tengah tersebut.

“Soal pencekalan KBRI belum menerima nota verbal pemberitahuan dari Saudi,” kata Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, saat dikonfirmasi TERVIRAL.INFO, Rabu (26/9).

Melanjutkan pernyataannya, Agus berkata, “Kami menunggu informasi dari pihak Saudi karena yang tahu izin tinggal/visa masih berlaku atau tidak adalah otoritas Saudi. Kami tidak memiliki data tersebut.”

Pernyataan itu diutarakan Agus menanggapi laporan kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, yang menyebut imigrasi Saudi membatasi pergerakan kliennya yang telah tinggal selama 1,5 tahun di sana.

Sugito mengatakan Rizieq sudah tidak bisa keluar-masuk Saudi sama sekali, padahal sebelumnya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu kerap berpelesir keluar negeri setiap tiga bulan sekali meski dengan syarat.

Menurut Agus, pihak Saudi yang berwenang mengeluarkan pencegahan warga asing untuk keluar dari negaranya.

“Sampai hari ini KBRI belum terima nota resmi dari Kementerian Luar Negeri Saudi. Kalau ada WNI kita ditangkap atau kena masalah hukum, pasti Saudi kirim nota ke KBRI,” ujar Agus.

Agus kemudian berkata, “Semua WNI akan mendapatkan perlindungan dan pendampingan dari KBRI ketika mendapatkan masalah hukum di Saudi, siapapun dia.”

Sebelumnya, Sugito juga mengatakan Rizieq sudah tidak bisa lagi berceramah di depan umam dalam skala besar. Bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pun mengadukan hal ini ke DPR dan meminta Rizieq dilindungi.

Kabarnya, Rizieq juga sempat diperiksa oleh kepolisian Saudi meski hal itu belum terkonfirmasi.

Agus mempertanyakan klaim tersebut karena meski tak terlibat masalah hukum, seluruh warga asing, termasuk korps diplomatik di Saudi, sulit untuk berorganisasi, apalagi mengumpulkan massa.

“Ceramah di Saudi memang tidak sebebas di Indonesia. Kami yang punya kekebalan diplomatik saja tidak bisa seenaknya mengumpulkan orang banyak lalu kita ceramah di wilayah otoritas Saudi. Kecuali kegiatan itu dilakukan di dalam kompleks KBRI, baru kita bisa sebebas-bebasnya mengumpulkan WNI untuk ikut ceramah dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu, hingga saat ini, Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia belum dapat memenuhi permintaan konfirmasi dari TERVIRAL.INFO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *