Ini 7 risiko kesehatan berhubungan intim di dalam air, hati-hati!

by

terviral.info – Berhubungan badan di dalam air seperti kolam renang mungkin bisa membangkitkan sensasi seksual yang berbeda bagi pasangan. Terutama jika suasananya benar-benar mendukung. Pasti bisa menjadi pengalaman bercinta yang tak terlupakan.

Tetapi perlu diketahui juga, bercinta di dalam air bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Terutama jika dilakukan di perairan yang terbuka seperti kolam.

Dilansir Women’s Health (25/10), berikut ini kami tampilkan beberapa risiko kesehatan dari bercinta di dalam air.

1. Tidak steril

Perairan terbuka membawa beberapa bakteri kotor seperti E.coli dan salmonella. Semua itu juga ada termasuk di kolam renang maupun air panas dengan tingkat pH yang tidak tepat. Ada juga di sungai, danau, atau lautan.

“Ada kemungkinan bahwa Anda mendorong bakteri atau kuman lain ke dalam saluran vagina dan ke dalam tubuh Anda,” kata ahli kesehatan wanita Jennifer Wider.

2. Menjadikan organ intim kekurangan pelumas

Mungkin Anda berpendapat air bisa menjadi pelumas yang mengagumkan. Namun, kenyataannya air tidak membasahi dengan cepat. Selain itu cairan tersebut juga terlalu encer.

Menurut ginekolog di Baylor University, Jessica Shepherd, air bukanlah pelumas yang baik. Bahkan, dia bisa membersihkan pelumas alami yang diproduksi tubuh dan membuat vagina mengering.

3. Berisiko melukai vagina

Kurangnya pelumas alami bisa menjadi masalah. Shepherd menambahkan, hal tersebut bisa meningkatkan gesekan di vagina dan membuatnya lecet.

Selain itu, jika suami menggunakan kondom, lebih banyak gesekan dalam air meningkatkan risiko robeknya pengaman tersebut.

4. Meningkatkan risiko infeksi saluran kemih

Semua bakteri yang ada di air bisa masuk ke dalam uretra Anda saat berhubungan seks. Ini meningkatkan risiko terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Baik pria atau wanita bisa terkena infeksi ragi jika berhubungan seks dalam air. Klorin khususnya, bisa mengiritasi vagina dan mengganggu pH di sana. Shepherd mengatakan hal itu bisa meningkatkan risiko terkena infeksi jamur.

5. Berisiko tertular penyakit kelamin

Air tidak bisa mencegah Anda terkena Penyakit Menular Seksual (PMS). Pasalnya air yang tidak bersih justru bisa menjadi media transfer penyakit menular seksual. Wider juga menambahkan, lecet pada vagina meningkatkan risiko terkena infeksi semacam itu.

6. Berisiko terinfeksi jamur

Baik pria atau wanita bisa terkena infeksi ragi jika berhubungan seks dalam air. Klorin khususnya, bisa mengiritasi vagina dan mengganggu pH di sana. Shepherd mengatakan hal itu bisa meningkatkan risiko terkena infeksi.

7. Bisa terjadi pembuahan

Jika seseorang hanya mengalami ejakulasi di kolam renang atau di tempat berair lainnya, Anda mungkin tidak akan hamil. Namun, jika ejakulasi tersebut dilakukan saat penetrasi, istri masih bisa hamil.

“Konsepsi masih bisa terjadi saat berhubungan seks di air, jadi jangan menghitungnya sebagai bentuk kontrasepsi,” kata Shepherd.

Demikian berbagai risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan dengan bercinta di dalam air. Akan lebih aman jika Anda melakukan aktivitas intim di kondisi yang higienis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *