Trump Kritik Keras Pertemuan John Kerry dengan Iran

by

TERVIRAL.INFO – Presiden Donald Trump marah besar kepada mantan menlu John Kerry karena bertemu dengan menlu Iran setelah dia tidak lagi menjabat.

“John Kerry melakukan pertemuan ilegal dengan Rezim Iran yang sangat jahat yang hanya akan melemahkan kerja luar biasa kami yang merugikan rakyat Amerika,” ujar Trump di akun Twitternya.

“Dia mengatakan tunggu sampai Pemerintah Trump berakhir!” cuitnya dan mengakhiri ocehan itu dengan kata “BURUK!”

Kerry, yang merundingkan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang diingkari oleh Trump tahun ini, mengatakan dalam acara tur promosi bukunya yang berjudul “Every Day is Extra” bahwa dia telah bertemu dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif “tiga atau empat kali” sejak tidak lagi menjadi menlu.

Tanpa menanggapi legalitas pertemuan itu, menlu AS Mike Pompeo menuduh pendahulunya itu “secara aktif mengganggu kebijakan AS.”

“Yang dilakukan Kerry tidak pantas dan tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata Pompeo yang dipandang sebagai sangat anti-Iran.

“Seorang mantan menteri luar negeri bertemu dengan negara sponsor teroris terbesar dunia dan menurutnya…dia memberi tahu mereka agar menunggu hingga pemerintah saat ini berakhir.”

Juru bicara John Kerry mengatakan tidak ada yang tidak pantas dengan kegiatan mantan menlu itu.

“Menlu Kerry terus berhubungan dengan mantan rekannya di seluruh dunia seperti juga mantan menteri luar negeri AS lain,” ujar juru bicara Kerry dalam pernyataan tertulis.

“Dan dalam percakapan lewat telepon dengan Menlu Pompeo awal tahun ini dia merinci informasi yang didapat terkait pandangan Iran.”

“Tidak ada rahasia yang disembunyikan dari pemerintah,” ujar pernyataan itu yang juga menuduh pengganti Kerry itu melakukan aksi “drama politik.”

Ketika ditanya oleh penyiar radio konservatif Hugh Hewitt apakah dia memberi nasehat kepada Zarif terkait cara mengatasi keputusan Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir itu, Kerry menjawab: “Tidak, itu bukan tugas saya.

“Saya hanya mencoba mencari tahu kemungkinan langkah yang bisa diambil Iran untuk mengubah dinamika di Timur Tengah agar situasi di sana membaik.

“Saya berterus terang dengan Menlu Zarif, dan mengatakan bahwa kalian harus menerima bahwa dunia tidak suka dengan rudal, dengan Hezbollah, dengan Yaman,” ujar Kerry dan ini adalah pandangan-pandangan yang senada dengan kebijakan pemerintah Trump terkait pengaruh “buruk” Tehran.

Namun, penjelasan John Kerry yang merupakan mantan menlu pemerintahan Barack Obama dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif ini tidak memuaskan pendukung pemerintah Donald Trump.

Para pengkritik dari kubu konservatif dengan cepat menuduh tindakan Kerry ini sebagai bukti “pengkhianatan” dan sebagian menyerukan agar Kerry dipenjara.

Ketika ditanya oleh angota Kongres dari partai Republik dalam dengar pendapat mengenai diplomasi bayangan, asisten menlu Manisha Singh mengatakan: “Sangat disayangkan jika mantan pejabat pemerintah terdahulu mencoba merusak kemajuan yang ingin dicapai oleh pemerintah saat ini.”

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert menambahkan: “Saya melihat dia membanggakan pertemuan dengan pemerintah Iran dan pejabat pemerintah Iran. Saya juga melihat laporan bahwa dia memberi nasehat kepada pemerintah Iran.

“Nasehat terbaik yang seharusnya dia berikan kepada pemerintah Iran adalah hentikan dukungan kepada kelompok-kelompok teroris di seluruh dunia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *