Cucu pendiri NU jadi jubir Prabowo, Ma’ruf Amin tak akan ikut campur

by

terviral.info – Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menunjuk pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan sebagai juru bicara. Gus Irfan merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari. Selain itu, Ayah Gus Irfan, KH Yusuf Hasyim merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin tak masalah dengan kehadiran cucu pendiri Nahdlatul Ulama Irfan Yusuf di kubu Prabowo. Mantan Rais Aam Nahdlatul Ulama itu merasa tak berhak mencampuri urusan pribadi pesaingnya. Karena itu Ma’ruf menolak mengomentari kehadiran tokoh NU di kubu Prabowo.

“Saya kira itu hak mereka, saya tidak akan ikut campur,” kata Ma’ruf di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (4/10).

Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai kebedaraan Gus Irfan tidak akan berpengaruh signifikan bagi elektabilitas Prabowo-Sandi.

“Ya saya kira tidak akan memberi pengaruh yang besar atau signifikan,” kata Karding saat dihubungi merdeka.com, Jumat (2/11).

Dia yakin kehadiran Gus Irfan tak membuat khawatir akan mempengaruhi suara NU. Sebab, tokoh-tokoh besar NU seperti Yenny Wahid berada dalam barisan capres nomor urut 01.

Diberitakan sebelumnya, koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Azhar Simanjuntak mengungkapkan alasan penunjukkan sosok Gus Irfan sebagai jubir.

Sebagai sosok yang lekat dengan pesantren dan NU, kata Dahnil, Gus Irfan diharapkan bisa membantu pengembangan pendidikan dan ekonomi pesantren di Indonesia.

“Bisa banyak bantu jelaskan terkait pengembangan pendidikan pesantren dan gerakan ekonomi pesantren yang didorong maksimal. Gus Irfan banyak bantu di akar rumput tentang visi misi ekonomi pesantren,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Gus Irfan mengatakan kehadirannya sebagai juru bicara untuk membuktikan bahwa tidak semua NU ke pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. Tetapi, ada juga yang mendukung Prabowo-Sandi.

“Salah satu poin utama di akar rumput di Jatim, kontestasi antara Prabowo Jokowi ditarik sebagai NU dan bukan NU, NU dengan Jokowi dan Prabowo bukan NU. Saya hadir untuk jawab bukan seperti itu, memang banyak NU di Jokowi tapi banyak juga di Prabowo,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *