CIA Yakini Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Dalam Kasus Khashoggi

by

terviral.info – CIA telah menemukan kesimpulan bahwa Pangeran Mohamed bin Salman diduga terlibat dalam kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Padahal sebelumnya pihak Arab Saudi sendiri telah membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepada Putra Mahkota Arab Saudi ini. Bagaimana awal ceritanya?

1. Para pejabat Amerika Serikat menilai operasi tersebut membutuhkan persetujuan dari Putra Mahkota Arab Saudi

Dilansir dari CNN, CIA telah menemukan kesimpulan keterlibatan Pangeran Mohamed bin Salman yang terlibat dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Para pejabat Amerika Serikat menilai operasi yang dilakukan yang berujung pada pembunuhan Khashoggi ini tidak akan terjadi tanpa sepengetahuan dari Pangeran Mohamed bin Salman sendiri yang memberikan kendali.

Kesimpulannya ini didasarkan pada rekaman yang diberikan oleh pemerintah Turki sebelumnya serta berbagai bukti lainnya, termasuk dari intelijen Amerika Serikat. Seorang juru bicara dari Kedutaan Besar Arab Saudi mengklaim bahwa pernyataan tersebut diakui salah besar. Pihaknya telah dan terus mendengar berbagai teori tanpa melihat dasar utama mengenai spekulasi ini. Ia juga menambahkan bahwa operasi pembunuhan Khashoggi ini adalah operasi jahat.

2. Keterlibatan Khaled bin Salman dalam kasus ini dibantah oleh Arab Saudi

CIA Yakini Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Dalam Kasus Khashoggi

Saudara Pangeran Mohamed bin Salman, Khaled bin Salman, diduga ikut terlibat dalam kasus ini. Sebelumnya, Khaled diduga memanggil Khashoggi kepada saudaranya dan memberinya jaminan bahwa dia akan aman saat pergi ke konsulat. Hal ini sesuai dengan apa yang ditemukan oleh CIA selama penyelidikan karena berdasarkan pada panggilan telepon yang dilakukan oleh Khaled bin Salman.

Pihak Arab Saudi juga membantah keterlibatan Khaled bin Salman yang pernah mendiskusikan perjalanan ke Turki dengan Khashoggi. Khaled sendiri membantah secara langsung melalui salah satu media Amerika Serikat bahwa sebelum kejadian tidak pernah berbicara langsung dengan Khashoggi lewat telepon. “Saya tidak pernah berbicara dengannya melalui telepon dan tentu saja tidak pernah menyarankan dia pergi ke Turki untuk alasan apa pun. Saya meminta pemerintah Amerika Serikat untuk mengeluarkan informasi mengenai klaim ini,” ungkap Khashoggi seperti yang dikutip dari CNN. Ia mengakui berkomuninkasi dengan Khashoggi melalui pesan singkat pada bulan Oktober 2017 lalu.

Khaled bin Salman sendiri saat ini masih menjabat sebagai duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat. Pihak juru bicara kedutaan besar Arab Saudi di Amerika Serikat, Fatimah Baeshen, mengakui Khashoggi tidak pernah membahas sama sekali mengenai apa pun terkait dengan kunjungan ke Turki.

3. Sebelumnya, Khashoggi dibunuh dengan suntikan sebelum dimutilasi

CIA Yakini Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Dalam Kasus Khashoggi

Pada hari Kamis waktu Arab Saudi, sebelumnya dilakukan konferensi pers mengenai hasil penyebab kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Wakil Jaksa Penuntut Umum, Shalaan bin Rajih Shalaan, mengatakan Khashoggi sebelumnya diberi suntikan mematikan dan setelah tewas, tubuhnya dimutilasi di dalam konsulat. Bagian-bagian potongan tubuh tersebut diserahkan kepada “kolaborator” lokal di luar lapangan.

Sebuah sketsa gabungan dari kolaborator telah dihasilkan dan dilakukan investigasi untuk mencari sisa-sisa tersebut. Sebanyak 11 orang dituduh atas keterlibatan kasus ini dan 5 diantaranya terancam hukuman mati. Shalaan sendiri tidak mengatakan siapapun yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Pihaknya juga terus menyelidiki hingga terungkap siapa dalang sesungguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *