7 Mitos Makanan yang Beredar di Masyarakat, Kamu Masih Percaya?

by

terviral.info – Sampai sekarang, masih banyak mitos tentang makanan yang beredar di masyarakat. Ada yang memilih mengabaikannya, tapi banyak pula yang memercayainya. Mitos tersebut biasanya berkaitan dengan dampak buruk yang terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Misalnya mengonsumsi karbohidrat bisa membuat tubuh jadi gemuk. Gak cuma itu, berikut beberapa mitos yang masih dipercaya sebagian besar masyarakat.

1. Sayuran yang dimasak akan kehilangan nutrisinya

Banyak orang percaya bahwa sayuran mentah lebih sehat, karena kandungan dan nutrisinya masih lengkap. Sedangkan, sayuran yang dimasak telah kehilangan nutrisinya.

Kamu juga salah satu yang percaya mitos ini? Memasak sayuran itu baik, karena bisa membunuh kuman atau bakteri. Nah, sebaiknya memasak sayuran tidak terlalu lama agar kandungan nutrisi tetap cukup dan kuman bisa mati.

2. Mengonsumsi karbohidrat bisa bikin gemuk dan gagal diet

Bagi yang sedang berdiet, pasti akan mengurangi konsumsi karbohidrat, karena dianggap efektif menurunkan berat badan. Sebenarnya, karbohidrat terkandung dalam berbagai jenis makanan.

Buah-buahan dan makanan manis, seperti es krim, pun mengandung karbohidrat. Kalau mau diet berhasil, kamu harus memilah mana karbohidrat baik yang boleh dikonsumsi dan mana karbohidrat jahat yang sebaiknya dihindari.

3. Telur mengandung banyak kolesterol

Ada yang pernah mendengar mitos satu ini? Padahal telur merupakan bahan makanan sehari-hari yang mudah dikreasi dan enak. Mengonsumsi telur tidak menyebabkan kolesterol meningkat drastis.

Mengonsumsi telur justru memberi nutrisi baik untuk tubuh, kok. Telur mengandung nutrisi baik, seperti protein tinggi, zat besi, seng, vitamin D, dan sebagainya. Tapi ingat, makan dengan porsi yang cukup dan tepat ya!

4. Konsumsi banyak vitamin C untuk mengobati flu

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition edisi 2005, mengonsumsi banyak vitamin C tidak bisa menyembuhkan seseorang yang sedang flu. Mengonsumsi vitamin C hanya bisa mencegah seseorang terserang flu.

Kamu pun tidak perlu mengonsumsi vitamin C terlalu banyak setiap harinya. Ada dampak buruk yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi vitamin C terlalu banyak. Misalnya menyebabkan batu ginjal.

5. Hindari makanan berlemak agar tidak semakin gemuk

Seperti halnya makanan yang mengandung karbohidrat, faktanya ada banyak jenis lemak pada makanan. Entah itu lemak sehat maupun jahat. Makanan yang mengandung lemak jahat memang bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Sedangkan, lemak sehat tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Salah satunya alpukat.

6. Makan sedikit tapi sering bisa menurunkan berat badan

Penelitian yang dilakukan beberapa universitas di California dan Meksiko mengungkapkan seseorang yang makan berkali-kali dengan porsi kecil mengandung glukosa, insulin, dan kolesterol yang lebih sehat. Namun, ditemukan pula bahwa mengonsumsi makanan berkali-kali dengan porsi kecil belum tentu mengurangi jumlah kalori terbakar dalam tubuh.

Hal ini tergantung pada kebiasaan makan setiap orang. Ada yang punya kebiasaan makan dengan porsi sangat sedikit, tapi berkali-kali, ada pula makan tiga kali sehari dalam porsi normal atau besar.

7. Minum kopi tidak baik untuk kesehatan tubuh

Kalau pernah mendengar mitos ini, sebaiknya kamu tak mempercayainya lagi. Peneliti di Inggris dan Amerika melakukan riset mengenai konsumsi kopi. Mereka menemukan bahwa mengonsumsi maksimal tiga cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko kematian dini.

Selain itu, kandungan kopi juga dapat mengurangi risiko penyakit hati, masalah peredaran darah, dan penyakit pencernaan. Minum kopi itu aman, asalkan tidak secara berlebihan dan tidak menambahkan banyak gula atau susu.

Nah, sudah tahu kan mana yang mitos, mana yang fakta? Dari tujuh mitos di atas, mana yang sempat kamu percaya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *