6 Hal Tentang Uang dalam Hidup, Mitos atau Fakta?

by

terviral.info – Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan uang. Uang adalah alat untuk membantu manusia memenuhi kebutuhannya. Dengan uang, kamu bisa membeli beraneka kebutuhan sehari-hari. Kamu juga bisa membeli banyak hal yang kamu inginkan jika memiliki banyak uang. Itulah sebabnya banyak orang bekerja keras banting tulang untuk dapat mencapai status finansial yang baik.

Banyak cara dilakukan oleh orang-orang untuk mengelola keuangan mereka agar mampu mencapai obsesi terhadap target finansialnya. Dan tak jarang banyak pernyataan atau ungkapan yang ada di tengah-tengah masyarakat mempengaruhi kamu dalam mengelola uang. Ungkapan tersebut juga belum tentu merupakan realita atau fakta, bisa jadi hanya sekedar mitos keungan saja. Yuk bahas 6 hal berikut tentang keuangan dan pelajari realitanya.

Mitos 1: Harus bisa matematika yang baik untuk mengelola uang

6 Hal Tentang Uang dalam Hidup, Mitos atau Fakta?

Pengetahuan dasar matematika memang dibutuhkan untuk mengelola uang. Akan tetapi untuk mengelola uang dengan baik kamu tidak perlu memiliki kemampuan matematika hingga tingkat advance. Terlebih saat ini terdapat banyak aplikasi yang membantu mengelola keuangan, bahkan aplikasi tersebut bisa kamu dapatkan dalam ponsel kamu dan dapat dimonitor setiap saat.

Mitos 2: Carilah uang sebanyak mungkin agar terhindar masalah finansial

6 Hal Tentang Uang dalam Hidup, Mitos atau Fakta?

 

Faktanya orang dengan penghasilan seratus juta per bulan belum tentu tidak memiliki masalah keuangan. Ketika seseorang mengalami kenaikan penghasilan tapi gaya hidupnya meningkat serta tidak dapat mengontrol keinginan maka bisa saja dia mengalami masalah keuangan. Yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa memilah-milah kebutuhan bulanan agar setiap pos pengeluaran tidak melebihi yang seharusnya.

Mitos 3: Tidak bisa beli rumah dan mobil tanpa kredit

6 Hal Tentang Uang dalam Hidup, Mitos atau Fakta?

Rumah atau mobil adalah dua hal yang memiliki harga tidak murah sehingga banyak yang memutuskan untuk membelinya dengan cara kredit. Akan tetapi, kamu juga bisa membeli rumah atau mobil tanpa kredit yaitu dengan jalan menabung pendapatan kamu secara rutin dengan target waktu tertentu.

Cara kedua adalah dengan menginvestasikan sebagian pendapatan sehingga keuntungan dari investasi tersebut dapat memenuhi kebutuhan dana untuk membeli mobil atau rumah. Apabila kamu memutuskan membelinya dengan kredit, kamu juga harus memperhatikan besarnya angsuran bulanan agar sesuai dengan pendapatan yang kamu miliki.

Mitos 4: Investasi hanya untuk orang kaya

6 Hal Tentang Uang dalam Hidup, Mitos atau Fakta?

Ungkapan ini hanyalah mitos. Seberapa besarnya pendapatan kamu, penting menyisihkan sebagian untuk investasi. Investasi tidak harus dalam jumlah besar seperti investasi saham atau properti. Besarnya investasi disesuaikan dengan pendapatan yang kamu miliki. Terdapat banyak jenis investasi dengan berbagai pilihan budget, emas dengan beraneka varian gram, deposito, dan sebagainya.

Mitos 5: Tak perlu menabung, kebutuhan terdesak aman dengan kartu kredit

6 Hal Tentang Uang dalam Hidup, Mitos atau Fakta?

Faktanya secara ideal kamu harus memiliki simpanan uang sebanyak enam kali pendapatan bulanan. Kebutuhan terdesak tidak sekedar untuk berobat atau memperbaiki mobil atau rumah yang rusak, tetapi saat kamu mengalami pemecatan atau mengundurkan dari perusahaan juga memerlukan dana mendesak. Saat kamu tidak lagi bekerja maka kamu membutuhkan uang untuk membiayai kebutuhan hidup hingga kamu diterima bekerja lagi di tempat lain.

Mitos 6: Kalap membeli barang saat diskon untuk mendapat harga terbaik

6 Hal Tentang Uang dalam Hidup, Mitos atau Fakta?

Kenyataannya saat kamu membeli barang sale, barang yang kamu beli belum tentu kamu butuhkan. Sehingga kamu hanya membeli berdasarkan keinginan dan bukan kebutuhan. Menahan diri untuk tidak membeli barang sale adalah cara terbaik. Dengan demikian kamu tidak akan menghamburkan uang untuk barang-barang yang tidak penting.

Berikut enam mitos soal keuangan. Selama ini mana yang kamu salah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *